-->

Iklan

Category 3

Bupati Bengkalis Resmi Buka Festival Layang Wau 2026, Bukti Negara Hadir Jaga Budaya Lokal

Sabtu, 31 Januari 2026, Januari 31, 2026 WIB Last Updated 2026-02-01T02:28:27Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Johansyah Syafri, Saat membuka Festival layang-layang Wau Bengkalis 2026, Sabtu (31/01/2026)


CARLA.CO.ID, BENGKALIS— Pemerintah Kabupaten Bengkalis kembali menegaskan keberpihakannya terhadap pelestarian budaya lokal dengan membuka secara resmi Festival Layang-Layang Wau Bengkalis Tahun 2026. Pembukaan dilakukan Bupati Bengkalis yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Johansyah Syafri, di Lapangan Pasir Andam Dewi, Kecamatan Bengkalis, Sabtu (31/01/2026).


Festival yang digagas Perkumpulan Layang-Layang Wau Bengkalis (PLWB) ini diikuti 200 peserta, terdiri dari 100 peserta tingkat pelajar dan 100 peserta tingkat umum. Kegiatan berlangsung meriah dan menyedot perhatian masyarakat, menandai bahwa permainan tradisional masih memiliki ruang hidup di tengah gempuran budaya populer dan permainan berbasis teknologi.


Dalam sambutan tertulis Bupati Bengkalis yang dibacakan Johansyah Syafri, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada panitia serta seluruh pihak yang konsisten menghidupkan kembali permainan rakyat. Menurutnya, festival ini bukan sekadar agenda seremonial atau hiburan semata, melainkan bentuk sikap dan keberanian budaya untuk menjaga identitas daerah agar tidak tergerus arus modernisasi yang kerap mengabaikan nilai-nilai lokal.


“Festival Wau Bengkalis adalah bentuk perlawanan budaya. Negara harus hadir memastikan warisan ini tidak hilang, tidak hanya dikenang, tetapi benar-benar hidup dan diwariskan lintas generasi,” tegas Johansyah.


Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi budaya yang nyata bagi generasi muda, agar tidak tercerabut dari akar tradisi sendiri. Melalui permainan wau, anak-anak dan remaja diajak memahami nilai kesabaran, ketekunan, kebersamaan, serta semangat gotong royong yang selama ini menjadi fondasi masyarakat Bengkalis.


Festival Layang-Layang Wau Bengkalis 2026 mengusung slogan “Melestarikan Tradisi, Mengangkat Marwah”, sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Bengkalis, yakni Bermarwah, Maju, dan Sejahtera. Dukungan penuh juga diberikan Lembaga Adat Melayu Riau Kabupaten Bengkalis sebagai payung adat tertinggi dalam menjaga marwah budaya Melayu.


Johansyah menegaskan, layang-layang wau Bengkalis seperti Kuau Jantan, Kuau Betina, dan Wau Bulan merupakan aset budaya strategis. Bahkan, Layang Kuau Jantan Laksamana Bengkalis telah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM sebagai ikon budaya daerah.


Acara pembukaan ditutup dengan penerbangan layang-layang wau dan foto bersama, disaksikan unsur DPRD, TNI-Polri, tokoh adat, penggiat layang-layang nasional, serta masyarakat Bengkalis.***

Komentar

Tampilkan

Terkini