![]() |
| Kondisi Program MBG saat di cek tidak layak konsumsi, Senin (12/1/2026). Dok: Def |
CARLA.CO.ID, LAMPUNG UTARA – Dewan Pimpinan Cabang Aliansi Jurnalis Online Indonesia (DPC AJOI) Lampung Utara menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program nasional Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di wilayah Lampung Utara. Program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak-anak Indonesia tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius dalam pelaksanaannya di lapangan.
Sorotan tersebut mencuat menyusul peristiwa yang terjadi di SD Negeri 3 Sindang Sari, Kabupaten Lampung Utara, pada Senin (12/1/2026). Dalam kegiatan pembagian MBG, sejumlah menu makanan diduga tidak dalam kondisi layak konsumsi.
![]() |
| Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat |
Program MBG di sekolah tersebut dilaksanakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan (YPPSDP) yang beralamat di Jalan Hasan Kepala Ratu, Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Kotabumi Kota, Kabupaten Lampung Utara.
Berdasarkan keterangan pihak sekolah, menu MBG yang dibagikan kepada siswa antara lain terdiri dari nasi, satu butir telur ceplok, sayur buncis, satu iris tempe, dan buah anggur. Namun, sejumlah komponen menu tersebut diduga telah mengalami penurunan kualitas, seperti tempe yang terasa pahit, buah anggur yang diduga sudah tidak segar, serta sayur buncis yang mengeluarkan aroma kurang sedap.
Kepala Sekolah SDN 3 Sindang Sari, Ida Yulia Mega, menyampaikan keberatan keras atas kondisi makanan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa keluhan terkait kualitas menu MBG telah beberapa kali terjadi dan sempat menyebabkan sebagian siswa mengalami mual setelah mengonsumsinya.
“Benar, ada anak didik kami yang merasa mual setelah menyantap MBG. Kejadian seperti ini bukan pertama kali, sudah beberapa kali kami sampaikan teguran. Kami berharap ini menjadi perhatian serius agar tidak terulang kembali,” ujar Ida saat dikonfirmasi media.
Ida juga berharap pihak penyelenggara MBG di wilayahnya segera melakukan perbaikan serta evaluasi menyeluruh demi menjamin keamanan dan kualitas makanan yang dikonsumsi para siswa.
Sementara itu, pihak SPPG YPPSDP melalui Kepala SPPG, Abib Saputra, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia mengakui bahwa makanan yang dipermasalahkan memang telah dicicipi dan ditemukan rasa yang tidak semestinya.
“Memang benar, setelah kami cicipi, tempe tersebut terasa pahit. Kami siap bertanggung jawab dan akan melakukan evaluasi secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Abib singkat.
DPC AJOI Lampung Utara mendorong agar seluruh pihak terkait meningkatkan pengawasan dan standar kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, sehingga tujuan mulia program nasional tersebut dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak sekolah tanpa menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua maupun tenaga pendidik.

