-->

Iklan

Category 3

Hut ke-3 STM Amalfo dan Tahun Baru 2026 Berlangsung Meriah, Perkuat Persaudaraan Warga Nias di Perantauan

Senin, 19 Januari 2026, Januari 19, 2026 WIB Last Updated 2026-01-19T16:45:33Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Peringatan Hut ke-3 Amalfo dan Tahun Baru 2026, (Istimewa)

CARLA.CO.ID, KAMPAR – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Serikat Tolong Menolong Angowuloan Mado Laia Fala'osa dan Onombini'ö (STM Amalfo) Tahun 2025 yang dirangkai dengan perayaan Tahun Baru 2026 berlangsung meriah di Desa Tambang, Kabupaten Kampar, Minggu (18/1/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh agama, tokoh adat, dan pimpinan paguyuban masyarakat Nias di Riau. Hadir di antaranya Gembala Sidang Gereja JKI GJC Pekanbaru Pdm. April Ndruru, Ketua Umum DPP PKMNR Hondro, Ketua DPD PNK Tambang Arysman Ndruru, Ketua DPC PNK Kubang Jaya Ama Pian Waruwu, Ketua DPC PNMBI Kampar Ama Frans Daeli, Ketua DPC PERMAGI Kampar 2 Ama Putra Gulö, Ketua STM OFT Ama Novi Zai, Ketua STM IKBJ Ama Aldo Zai, serta para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, penasehat, dan anggota STM Amalfo.

Pemotongan Kue Ultah ke-3 Amalfo, oleh Ketua Umum, Yusman Laia alias Ama Elis, Minggu (18/01/2026)

Ketua Umum STM Amalfo, Yusman Laia yang akrab disapa Ama Elis, dalam sambutannya menjelaskan bahwa peringatan HUT ke-3 STM Amalfo sejatinya jatuh pada 21 September 2025. Namun, karena kesibukan pengurus, pelaksanaan baru dapat dilakukan pada awal tahun ini sekaligus dirangkai dengan perayaan Tahun Baru 2026.


Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial organisasi, melainkan juga momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan antarwarga Nias, khususnya antara Fala'osa dan Onombini'ö.


“Melalui STM Amalfo, kita membangun ruang kebersamaan dan silaturahmi secara langsung. Hubungan kekeluargaan kita yang selama ini sering terbatasi oleh adat istiadat, kini dapat terjalin lebih erat tanpa sekat,” ujar Ama Elis.


Ia menambahkan, adat istiadat masyarakat Nias yang dikenal kuat dan ketat tetap harus dilestarikan, termasuk di perantauan. Namun, melalui wadah STM Amalfo, nilai-nilai persaudaraan dapat diwujudkan secara lebih inklusif dan harmonis.


Acara tersebut juga menjadi ajang temu kangen bagi keluarga besar yang selama ini jarang bertatap muka secara langsung akibat kesibukan masing-masing dan hanya berkomunikasi melalui media daring.


Pada kesempatan itu, Ama Elis mengajak seluruh marga Laia, Fala'osa, dan Onombini'ö yang berada di Provinsi Riau untuk bergabung dalam STM Amalfo guna mempererat ikatan kekeluargaan.


“Saya mengajak seluruh saudara-saudara kita marga Laia, Fala'osa, dan Onombini'ö untuk bersama-sama bergabung di STM Amalfo. Dengan kebersamaan ini, kita berharap ke depan tidak ada lagi jarak atau kekakuan di antara sesama keluarga,” ungkapnya.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa STM Amalfo merupakan organisasi yang bergerak di bidang sosial dan berkomitmen untuk terus hadir dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.


“STM Amalfo lebih fokus pada kegiatan sosial dan kemanusiaan,” tegasnya.


Sementara itu, seluruh ketua paguyuban yang hadir menyampaikan dukungan dan apresiasi atas keberadaan serta kegiatan STM Amalfo. Dukungan tersebut tampak dari antusiasme para undangan yang turut memeriahkan acara, termasuk dalam kegiatan doa bersama serta penampilan tarian tradisional Maena.


Dalam rangkaian peringatan HUT ke-3 dan perayaan Tahun Baru 2026 tersebut, STM Amalfo juga melaksanakan kegiatan berbagi kasih sebagai wujud kepedulian sosial kepada sesama. ***

Komentar

Tampilkan

Terkini